Arry Anggadha, Beno Junianto
VIVAnews – Busyro Muqoddas akhirnya terpilih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Busyro ‘mengalahkan’ empat komisioner KPK seperti Bibit Samad Riyanto dan M Jasin. Lanjut membaca
Arry Anggadha, Beno Junianto
VIVAnews – Busyro Muqoddas akhirnya terpilih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Busyro ‘mengalahkan’ empat komisioner KPK seperti Bibit Samad Riyanto dan M Jasin. Lanjut membaca
Filed under INFO/Information ;

Wali Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Jefferson Soleiman Montesqieu Rumajar.
JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memenjarakan Wali Kota Tomohon Jefferson Rumanjar, Rabu (22/9/2010) petang.
Penahanan dilakukan setelah Jefferson diperiksa selama delapan jam dalam kasus dugaan korupsi APBD Kota Tomohon, Sulawesi Utara, periode 2006-2008. Lanjut membaca
Filed under INFO/Information ;

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqoddas dan pengacara KPK Bambang Widjojanto dipilih secara aklamasi oleh Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai dua calon pimpinan KPK yang akan diajukan ke DPR RI.
Hal ini disampaikan Ketua Pansel KPK Patrialis Akbar seusai menyerahkan dua nama tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (27/8/2010). Lanjut membaca
Filed under INFO/Information ;
|
- Pesinetron Gading Marten menilai kasus yang Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah adalah sebuah sandiwara. Gading melihat hukum dapat dipermainkan dalam kasus ini.
“Ini panggung sandiwara yang sangat luar biasa, hukum kita bisa dimainin, penuh intrik, ngalahin rating sinetron, semua mata tertuju pada kasus ini,” kata Gading Marten saat ditemui di Hard Rock Cafe, Plaza EX, Jakarta, Rabu 11 Nopember 2009.
Menurutnya, pemerintah saat ini harus membuktikan apakah kasus ini benar rekayasa atau tidak. Pemerintah tidak boleh menggantung kasus ini. “Jangan sampai masyarakat jadi bingung, orang kuat saja bisa begitu apalagi masyarakat biasa,” ujarnya Lanjut membaca
Filed under OPINI /Opinion

JAKARTA, Kerja Tim Delapan tinggal lima hari. Senin mendatang, tim sudah harus menyerahkan rekomendasi akhir, dalam arti sepenuhnya, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membentuknya. Dalam 10 hari hingga kemarin, tim sudah memanggil semua pihak yang terkait dalam rekaman yang diputar di Mahkamah Konstitusi, Selasa (3/11). Konstruksi data dan fakta pun sudah dilakukan dalam gelar perkara pada Sabtu lalu. Lanjut membaca
|
Setelah meminta keterangan Antasari Azhar, Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Kasus Komisi Pemberantasan Korupsi akan menyiapkan laporan untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Laporan akan disiapkan sampai Senin besok.
“Seperti kita ketahui, dalam tim ada Denny Indrayana, staf khusus presiden bidang hukum,” ujar anggota Tim, Anies Baswedan. “Beliau sedang mengusahakan waktu untuk kami bertemu Presiden. Namun pertemuan ini tidak akan terjadi malam ini,” ujarnya usai rapat di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Minggu 8 November 2009. Lanjut membaca
| Antasari Azhar Penuhi Undangan Tim Delapan (VIVAnews/Tri Saputro) |
sumber : VIVAnews, 8 November 2009,
|
|
- Anggota Tim Independen Verifikasi Fakta dan Hukum Kasus Komisi Pemberantasan Korupsi, Anies Baswedan, menyatakan Anggoro Widjojo memang tak berstatus tersangka saat ditemui Antasari Azhar. Namun pertemuan itu tetap dipertanyakan karena Anggoro berstatus saksi yang dicegah ke luar negeri.
Sebelumnya, Antasari dalam jumpa pers usai diminta keterangan oleh tim menyebut pertemuannya dengan Anggoro pada Oktober 2008 di Singapura itu tidak bermasalah. Anggoro bukanlah tersangka korupsi yang ditangani KPK. Lanjut membaca

Surabaya – Usaha polisi untuk menemukan Yulianto yang diduga menyerahkan uang suap Anggodo Widjojo kepada 2 pimpinan KPK, Bibit dan Chandra, nampaknya kian terjal. Itu setelah Haji Labib Sjaifuddin, orang yang menurut Ari Muladi telah mempertemukannya dengan Yulianto, diketahui sudah meninggal karena sirosis lambung. Lanjut membaca
|
Tim Independen Verifikasi Fakta dan Hukum bersama penyidik Polri dan Kejaksaan melakukan gelar perkara terkait kasus yang menjerat dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah malam ini, Sabtu 7 November 2009.
Ditemui usai gelar perkara, anggota Tim 8, Todung Mulya Lubis mengatakan tim menemukan banyak hal yang tidak cocok. Lanjut membaca
|
||
|
|
Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum kasus dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah ‘meragukan’ keterangan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri. Terutama soal Ary Muladi si saksi kunci. Lanjut membaca
|
|
||
- Tim Pencari Fakta kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemukan bukti baru. Apa temuan baru tim yang juga disebut Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum ini?
Lanjut membaca
sumber :KOMPAS.com -Kamis, 5 November 2009 | 16:01 WIB Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Anggodo Widjojo usai melapor soal rekaman KPK yang dalam transkrip menyebut-nyebut dirinya ke Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/10). Anggodo Widjojo adalah adik kandung Direktur PT Masaro Radiokom yang tersandung kasus dugaan korupsi proyek sistem komunikasi radio terpadu di Departemen Kehutanan.Artikel Terkait:
* Pencatut Nama Sudah Diketahui, Kenapa Presiden Tak Laporkan Anggodo?
JAKARTA, Adik buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Anggoro Widjojo, Anggodo Widjojo mengaku takut dengan KPK. Ketakutan ini meluncur dari mulut Anggodo ketika bertemu di depan Tim Delapan di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Kamis (5/11). Lanjut membaca
sumber : detikNews, 03/11/2009 21:45 WIB

Jakarta – Adik buron koruptor Anggoro Widjojo, Anggodo Widjojo sudah tiba di Bareskrim Mabes Polri. Anggodo terlihat menerobos kerumunan wartawan yang mengerubunginya.
Anggodo tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2009) pukul 21.20 WIB dengan naik mobil Innova Silver bernopol B 7747 NI.
Anggodo yang memakai setelan jas hitam dan kemeja putih turun dari sisi pintu mobil yang menghadap pintu Bareskrim Mabes Polri. Selain Anggodo, ada 2 orang lain yang mendampingi.
Turun dari mobil, Anggodo tampak berjalan sendiri. Anggodo menerobos kerumunan wartawan yang menunggu-nunggunya tiba di Mabes Polri. Anggodo pun dengan kuat menerobos kerumunan wartawan hingga beberapa kameramen dan fotografer terjatuh. Tampak ketegangan menghiasi wajah Anggodo.
2 Personel polisi yang menjaga pintu Mabes Polri pun tidak kuasa menahan kerumunan kameramen dan fotografer yang terus mengambil foto Anggodo.
(nwk/iy)
<!–
–>
sumber- detikNewsSelasa, 03/11/2009 21:39 WIB

Jakarta – Tim Pencari Fakta (TPF) akan memanggil Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji dan tim penyidik pada Rabu (4/11/2009) pukul 13.00 WIB. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan.
“Kita memanggil pihak kepolisian. Apakah semuanya datang atau Pak Susno, ya institusi kepolisian dan jajaran,” kata anggota TPF, Todung Mulya Lubis melalui telepon, Selasa (3/11/2009).
Todung menegaskan, TPF akan meminta keterangan di kantor Wantimpres. Dia yakin pihak kepolisian akan bersikap kooperatif.
“Kita memanggil kepolisian. Institusi kepolisian,” tutupnya.
(ndr/iy)
sumber : detikNews Selasa, 03/11/2009 21:32 WIB
TPF: Semestinya Yang Ditahan Anggodo
Indra Subagja -

Jakarta – Penangguhan penahanan atas Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto disambut positif Tim Pencari Fakta (TPF). Memang seharusnya yang ditahan adalah yang membuat skenario, Anggodo Widjaja.
“Ya ini memang langkah yang harus dilakukan. Saya kira yang harus ditahan Anggodo,” kata anggota TPF, Todung Mulya Lubis melalui telepon, Selasa (3/11/2009).
Todung menjelaskan, langkah polisi ini patut diapresiasi. “Penahanan menimbulkan pertanyaan publik. Kok ada penahanan? Apalagi setelah mendengar semua rekaman di Mahkamah Konstutusi (MK),” terangnya.
TPF merespon positif penangguhan penahanan ini. “Ini demi kepentingan publik,” tutupnya.
(ndr/iy)
Berita sebelumnya di detik News Lanjut membaca
|
|
Tak hanya melalui situs jejaring sosial Facebook, aksi dukungan kepada dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah juga marak di Twitter, ranah blog, hingga forum Kaskus.
Di Twitter, volume trafik tweet berbunyi ‘#dukungkpk’ tetap marak kendati tak seramai hari sebelumnya. Kemungkinan besar hal ini disebabkan pada akhir pekan trafik pengunjung ke situs mikroblog itu juga menurun. Lanjut membaca