Doa di kabulkan Allah, masalah pun selesai dengan sendirinya (1).


( Bukan sebuah Renungan, tapi sebuah kisah nyata – tulisan pertama dari 2 tulisan)

Akhir bulan yang lalu saya menullis di kolom Renungan akhir Bulan ini, sebuah renungan dengan judul “DOA”, menceritakan dua kisah yang menunjukkan betapa doa yang disampaikan dengan sungguh-sungguh, membantu yang bersangkutan menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi’ dengan pertolongan Allah tentunya.

Berikut ini, saya akan menceritakan satu kisah yang sekali lagi menunjukkan bahwa doa , terlebih bila disampaikan dengan sungguh-sungguh, terbukti dapat membantu proses penyelesaian masalah serumit apa pun yang sedang kita hadapi. Modal utama disini adalah keyakinan dan kesabaran kita akan pertolongan AllahSWT.
Ini lah kisahnya >>>

Warung berjualan miras berkedok warung kopi.

Saya baru saja menempati pos baru di perusahaan tempat saya bekerja. Tingkat jabatan dan pendapatan saya tidak berubah, masih seperti di tempat lama. Hanya tempat kedudukan atau lokasi kerja saya yang berganti. Tepatnya saya di pindahkan ke kota lain masih di provinsi yang sama. Istilahnya untuk penyegaran, karena sudah lama bertugas di suatu tempat.

Kantor saya di kota yang baru ini, berseberangan dengan Unit Gawat Darurat (disingkat UGD) atau dalam bahasa Inggeris-nya ICU (baca ai si yu) kependekan dari Intensive Care Unit,dari sebuah rumah sakit milik pemerintah kota setempat. Bangunan in duk rumah sakit tersbut terletak dibelakangnya, menghadap ke utara. Sementara kantor saya menghadap ke barat. Jadi kedua pintu masuk pagar kedua bangunan ini (UGD dan kantor saya) berhadap-hadapan dibatasi oleh jalan umum.

Menempel ke pagar bangunan UGD, di atas parit pinggiran jalan, banyak terdapat kios atau warung yang berjualan makanan, minuman serta keperluan para pengunjung rumah sakit yang kebetulan saudaranya dirawat di sana. Seperti rokok, sabun mandi, sandal, pasta gigi, handuk dan lain lain.warung – warung ini dibuat dengan memakai roda, agar bisa di pindah , dan kebanyakan baru di buka setelah lewat tengah hari.Meski satu dua ada juga yang berjualan selama 24 jam penuh.

Sementara disisi yang satu lagi, di depan kantor saya dan juga di depan kantor milik pemerintah di sebelah kantor saya tidak terdapat kios-kios tersebut.Karena memang tidak dibenarkan mengisi kedua sisi badan jalan. Agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di jalan yang temasuk kecil i tu. Juga agar tidak merusak pandangan kedalam kedua bangunan milik instansi pemerintah itu. Dan kisah ini berawal dari sini .

Beberapa bulan sebelum terjadi pergantian, pimpinan kantor yang saya gantikan, telah memberikan lampu hijau kepada seorang pemilik warung untuk berjualan di luar pagar sebelah kiri. Lantai warung kopi itu menutupi parit kecil di bawahnya, sementara dindingnya menempel ke pagar Menurut informasi yang saya dapat, sg pemilik warung meminta izin untuk berjualan minuman seperti kopi dan makanan ringan lain. Namun kenyataan yang terlihat, warung tersebut juga menjual minuman keras, meski tidak secara terang-terangan.

Dikunjungi si kupu-kupu malam,meresahkan tetangga.

Sebagai pimpinan, saya mendapat fasilitas perumahan. Lokasinya bersebelahan dengan bangunan kantor. Masih satu kompleks. Ada dua pintu keluar masuk pagar. Satu terdapat di muka bangunan kantor dan satunya lagi didepan rumah .Apabila kegiatan kantor telah selesai biasanya pada pukul lima sore, pintu pagar di depannya dikunci.Pintu pagar di depan rumah menjadi satu-satunya jalan keluar masuk kompleks.Letaknya di samping warung kopi yang jadi objek kisah ini. Dan menjelang sore hari, pemilik warung pun mulai menggelar bangku-bangku panjang dan sebuah meja untuk duduk para pembeli.Tepat di depan pintu keluar masuk pagar yang saya sebutkan di atas.

Ada satu hal yang membuat kami sekeluarga mulai resah. Bila malam mulai merangkak naik, bangku panjang pun mulai diduduki oleh tamu jenis yang lain. Ada satu dua wanita yang datang kesana. Baik datang sendirian kesitu, atau yang dibawa bersama tamu laki-laki.Penampilan mereka agak ‘nakal’. Dan menurut info satpam saya, mereka diduga berprofesi sebagai PSK alias WTS , disebut juga si kupu-kupu malam.

Keresahan ini juga dialami tetangga yang memiliki toko di sebebelah kompleks kantor saya.Mereka mendesak agar saya bertindak menghentikan kegiatan tersebut. Setidaknya melarang pemilik warung berjualan minuman keras, atau sekalian melarangnya berjualan di depan kantor saya.Tambahan lagi mereka tahu saya menyandang ‘predikat’ haji.

Meminta pertolongan lewat doa.

Saya pusing. Sebagai seorang pendatang baru, apalagi mengingat warung itu dibuka sepengetahuan pimpinan kantor yang saya gantikan, saya bisa saja dituduh ‘tidak bijaksana’ bila tiba-tiba melarangnya berjualan.Disamping itu, saya melihat diantara pengunjung warung itu ada juga oknum alat negara yang turut duduk dan minum disitu. Apakah sebagai ‘backing’ atau hanya sekedar pengunjung biasa, saya belum tahu. Di sisi lain, saya tahu ekses penjualan miras itu akan berdampak negatif kepada lingkungan masyarakat sekitar.

Tapi saya tak berlama-lama dalam situasi bingung. Kembali saya mencoba ‘berdialog’ dengan Sang Maha Penolong yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Allah SWT. Meskipun tampaknya dilihat secara kasat mata, itu adalah sebuah monolog, tapi saya yakin Dia Maha Mendengar.Dan yang jelas saya bermunajat kepada Sang Khalik memanjatkan doa mengharapkan jalan keluar yang paling baik yang bisa saya lakukan. Jalan keluar yang paling kecil dampaknya, baik kepada saya dan keluarga, keluarga si empunya warung dan juga karyawan saya.

Apa yang terjadi ?Bagaimana kelanjutan kisah ini ? Adakah jalan keluar itu ?…. Tunggu jawabannya di tulisan ke dua dari kisah nyata ini .

Tulisan ini saya buat dalam dua tulisan, agar para sahabat dapat nengikutinya dengan lebih seksama dan mendalam, agar dapat mengambil hikmah dari kisah kejadian yang saya tulis dan ceritakan ini.Salam bahagia untuk sahabat, dari saya-zoels50zzzzzzzzzzzzz

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under INFO Y. YANG LAINNYA/Other Information, INFO/Information ;, LANGKA TAPI NYATA/Rare but True, OPINI /Opinion

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s